Kamis, 29 Agustus 2013

di TABRAK LAMUNAN.



Keinginan2 menari-nari kuasai letih atas paruh usia yg msh bergumul,
ketiadaan mencumbui angan yg nyata
Menghabiskan ganasnya arah.
Aku merapat menuju sepi dgn keinginan yang tertahan,
Dan angin jarang bersepakat menghantarkan aroma kisah esok,

Aku pun disentak kemustahilan membeli mentari,
dan menempatkannya lekat-lekat di antara kesamaran.
Dan ujung rokok itu pun nyaris membakar jariku,
sebelum lamunan aku rampungkan,

YANG hanya TERUNGKAP oleh HATI


Pada batas langit dan bumi,
Ada selalu rasa diantara degub yg menderu,
Menghantui nafas dan malamku ,menyerahkan gairah,
Dalam janji semu pada segala tatap yg penuh tanya,
Sampai sampai kutatap penglihatan batinku,
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan Suara manakah yg dapat menangkapnya?
Inginnya hatiku mendendangkan kidung balada,
Dan ku berusaha menggubah Lagu itu dgn renungan,
Agar difahami oleh Cinta yg dilipat Kebenaran,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Juga dinyanyikan oleh sukma malam.
Meski diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Tembang itu tembang kasih-sayang.